Budi, pengantar ojek online di Bekasi, mengeluh akinya soak cuma dalam 8 bulan padahal motor barunya Honda Vario 125 baru dipakai buat narik. Setelah ditelusuri, kebiasaannya sederhana: setiap kali motor berhenti di lampu merah lebih dari 10 detik, dia matikan mesin buat hemat bensin, lalu nyalain lagi pakai starter elektrik. Dalam sehari, dia bisa starter elektrik 40-60 kali karena rute Bekasi-Jakarta macetnya minta ampun. Ini yang bikin aki tekor lebih cepat dibanding motor yang jarang stop-and-go.
Starter elektrik itu menyedot arus besar dalam waktu singkat, jauh lebih boros dibanding kick starter. Kalau dilakukan puluhan kali sehari sambil mesin belum sempat isi ulang aki dengan maksimal (karena RPM rendah pas macet), lama-lama tegangan aki drop terus. Idealnya aki motor baru punya tegangan sekitar 12,6-12,8 volt saat mesin mati. Kalau sudah turun ke 12,0 volt atau di bawahnya dan susah naik lagi meski sudah dicas, itu tanda aki mulai lemah.
Beda cerita sama motor yang dipakai jarak jauh tanpa macet, misalnya buat mudik atau touring. RPM stabil bikin kiprok sempat isi ulang aki dengan baik. Tapi motor yang tiap hari dipakai stop-and-go di kota besar, aki kerja ekstra keras: sering starter, sering nyalain lampu-sein-klakson, tapi jarang dapat waktu ngecas penuh karena mesin sering idle atau mesin mati total pas macet parah.
Contoh lain: Pak Rudi, guru SD di Tangerang yang naik Yamaha NMAX buat ngajar, motornya justru awet aki sampai 2,5 tahun. Bedanya cuma satu, dia jarang matikan mesin pas macet, cukup tarik rem dan biarkan idle. Aki dapat suplai arus terus dari kiprok meski kecil, jadi nggak keteteran kayak punya Budi yang bolak-balik starter.
1. Kurangi kebiasaan mati-hidup mesin di lampu merah singkat. Kalau macetnya cuma diperkirakan kurang dari 2 menit, biarkan mesin nyala, jangan dimatikan lalu distarter ulang.
2. Servis kiprok dan cek tegangan aki tiap 3 bulan sekali di bengkel resmi, bukan cuma pas motor mogok. Banyak yang baru sadar aki soak justru pas sudah nggak bisa distarter sama sekali.
3. Kalau memang harus sering berhenti-nyala mesin, sesekali gunakan kick starter biar aki nggak kerja terus setiap start. Ini cara paling murah buat mengurangi beban aki harian.
4. Hindari nyalain aksesoris tambahan seperti klakson keong atau lampu tembak kalau mesin dalam kondisi idle lama saat macet, karena arus yang dipakai lebih besar dari yang bisa disuplai kiprok saat RPM rendah.
5. Ganti aki dengan tipe kering (MF/maintenance free) berkualitas kalau motor memang dipakai komuter harian, karena tipe ini biasanya lebih tahan terhadap siklus start-stop dibanding aki basah konvensional.
Apakah motor matic lebih rentan aki soak dibanding motor bebek? Iya, karena motor matic banyak mengandalkan aki buat starter elektrik, sementara motor bebek biasanya masih ada kick starter sebagai cadangan yang jarang dipakai tapi tetap mengurangi ketergantungan ke aki.
Berapa lama umur aki motor yang dipakai komuter macet-macetan? Rata-rata cuma 1 sampai 1,5 tahun kalau kebiasaan starter berlebihan terus dilakukan, dibanding aki motor yang dipakai normal bisa sampai 2-3 tahun.
Kalau sudah terlanjur sering matikan mesin pas macet, apa masih bisa diselamatkan akinya? Bisa, asal segera ubah kebiasaan dan rutin cek tegangan di bengkel. Aki yang belum benar-benar soak biasanya masih bisa dipulihkan performanya dengan pengisian ulang yang tepat.
Kalau motor kamu tiap hari dipakai buat kerja di jalanan macet, coba kurangi kebiasaan starter elektrik yang nggak perlu. Kalau sudah terasa aki lemah, mending cek langsung ke Nambo Motor biar dapat rekomendasi aki yang cocok sama pola pemakaian harianmu.
Cari motor baru dengan cicilan ringan atau mau booking service?
Lihat Katalog Motor Baru