Nambo Motor NAMBO MOTOR WA
Beranda › Blog › Tips & Trik
Tips & Trik

Jangan Sepelekan Alur Ban Motor Saat Musim Hujan Tiba

Ditulis oleh Nambo Motor · 18 September 2026 · 3 menit baca

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu ngecek kedalaman alur ban motor sendiri? Kalau jawabannya lupa atau bahkan enggak pernah, artikel ini wajib dibaca sampai habis. Musim hujan di Indonesia bukan cuma bikin baju basah, tapi juga jadi ujian sesungguhnya buat ban motor. Buat kamu yang tiap hari nerjang jalanan Jakarta, Bandung, atau Surabaya yang licin dan penuh genangan, ban yang sudah botak itu ibarat bawa bom waktu di roda dua.

Bayangkan skenario ini: seorang driver ojol di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan, tiap sore rutin melintasi genangan air setinggi 5-10 cm karena drainase yang buruk. Motornya Honda Vario 125 dengan ban bawaan pabrik yang sudah dipakai lebih dari 20 ribu kilometer. Alur bannya sudah nyaris rata. Suatu sore hujan deras, dia mengerem mendadak karena ada motor lain berhenti tiba-tiba di depannya. Hasilnya? Motor selip dan dia jatuh, untung cuma lecet ringan. Ini bukan cerita fiksi, ini kejadian yang sangat mungkin dialami siapa saja yang menyepelekan kondisi ban saat musim hujan.

Kenapa Musim Hujan Bikin Ban Lebih Cepat Kritis?

Air yang menggenang di jalan membuat traksi ban jauh berkurang dibanding kondisi kering. Alur ban yang masih dalam berfungsi membuang air dari titik kontak ban dengan aspal, istilahnya evakuasi air. Kalau alurnya sudah tipis, air enggak punya jalan keluar dan motor jadi seperti mengambang di atas air alias aquaplaning. Efeknya, pengereman jadi enggak maksimal dan motor gampang selip di tikungan.

Berapa Batas Aman Kedalaman Alur Ban?

Pertanyaan ini sering muncul dari pengendara harian. Jawabannya, produsen ban umumnya menetapkan batas minimal kedalaman alur sekitar 1 mm sampai 1,6 mm. Kamu bisa cek sendiri lewat indikator TWI (Tread Wear Indicator) yang biasanya berupa tonjolan kecil di dasar alur ban. Kalau permukaan ban sudah rata dengan tonjolan itu, artinya ban sudah waktunya ganti, jangan ditunda lagi apalagi menjelang musim hujan.

Langkah Perawatan Ban Khusus Musim Hujan

1. Cek tekanan angin lebih rutin, minimal seminggu sekali. Untuk motor matic seperti Yamaha NMAX, tekanan ideal biasanya sekitar 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang saat berboncengan. Tekanan yang kurang bikin permukaan ban melebar dan cengkeramannya ke aspal basah jadi berkurang.

2. Hindari menerjang genangan yang enggak diketahui kedalamannya. Selain berisiko merusak alur ban lebih cepat karena gesekan kasar dengan material tersembunyi seperti kerikil atau paku, genangan dalam juga bisa bikin ban kehilangan traksi mendadak.

3. Kurangi kecepatan saat melewati marka jalan, jembatan besi, atau manhole yang basah. Permukaan ini jauh lebih licin dibanding aspal biasa saat terkena air.

4. Bersihkan sela-sela alur ban dari kerikil dan kotoran setelah melewati jalan becek. Kotoran yang menumpuk bisa mengurangi fungsi alur ban dalam membuang air.

5. Ganti ban sepasang, jangan cuma satu sisi, kalau memang kondisinya sudah sama-sama tipis. Contohnya pemilik Honda Beat yang sering cuma ganti ban belakang karena dianggap lebih boros, padahal ban depan yang sudah getas karena usia pemakaian di atas 3 tahun juga sama bahayanya saat pengereman mendadak di jalan basah.

Investasi Kecil untuk Keselamatan Besar

Harga ban motor matic ukuran standar biasanya berkisar Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu per buah tergantung merk dan tipe. Dibandingkan risiko kecelakaan atau biaya perbaikan bodi motor yang bisa mencapai jutaan rupiah, mengganti ban yang sudah botak jelang musim hujan itu jauh lebih murah. Kalau motor kamu jadi kendaraan andalan buat kerja tiap hari, jangan tunggu sampai licin banget baru action. Cek sekarang juga, siapa tahu ban motormu sudah waktunya pensiun sebelum hujan makin sering turun.

Cari motor baru dengan cicilan ringan atau mau booking service?

Lihat Katalog Motor Baru