Setiap pagi jam 6.30, Pak Dedi berangkat dari Cinere menuju kantornya di Cilandak pakai Honda BeAT 110cc. Jaraknya cuma 12 km, tapi karena macet di Jalan Fatmawati, waktu tempuhnya bisa 45 menit. Tiga bulan lalu ia mengeluh konsumsi bensinnya boros, dari yang biasanya 45 km/liter jadi cuma 30 km/liter. Setelah ditelusuri, ternyata masalahnya bukan di mesin, tapi di kebiasaan tarik gas dalam-dalam setiap kali motor jalan lagi habis berhenti di lampu merah atau macet merayap.
Kasus kayak Pak Dedi ini umum banget buat pengendara motor matic yang commuting jarak pendek-menengah (10-30 km) di kota besar kayak Jakarta, Depok, atau Bogor. Beda sama pengendara yang jalannya lancar di jalan lurus, komuter harian di kemacetan justru paling boros bensin kalau salah teknik. Artikel ini fokus khusus buat kamu yang tiap hari nembus macet stop-and-go, bukan buat yang jalan tol atau touring jauh.
Motor matic kayak Honda BeAT atau Yamaha Mio itu pakai CVT yang kerja optimal di rpm menengah stabil. Nah, kalau kamu sering berhenti-jalan-berhenti sambil narik gas mendadak buat ngejar celah motor lain, mesin dipaksa kerja di rpm tinggi terus-menerus dalam waktu singkat. Ini yang bikin boros, karena pembakaran jadi gak efisien dan CVT juga cepat aus.
1. Gunakan teknik grip and release, yaitu buka gas pelan sampai motor mulai bergerak, lalu lepas sedikit begitu kecepatan 20-25 km/jam tercapai, jangan tahan full throttle.
2. Jaga jarak minimal 2 motor dari kendaraan di depan supaya kamu bisa nge-roll pelan tanpa harus rem mendadak lalu gas mendadak lagi. Rem mendadak yang berulang itu musuh utama efisiensi BBM di macet.
3. Matikan mesin kalau berhenti lebih dari 1 menit, misalnya di perlintasan kereta atau lampu merah panjang di atas 90 detik. Fitur idling stop di motor kayak Honda Vario 160 bisa dimanfaatkan otomatis, tapi kalau motor kamu gak punya fitur ini, matikan manual.
4. Cek tekanan ban tiap 2 minggu sekali, idealnya 29 psi depan dan 33 psi belakang buat matic harian. Ban kempes bikin motor lebih berat digeber ulang tiap kali macet merayap, dan ini nambah konsumsi bensin sampai 10 persen menurut pengalaman banyak montir bengkel resmi.
5. Servis CVT dan ganti oli mesin tepat waktu, tiap 2000-3000 km. Komponen CVT yang aus bikin tarikan awal jadi berat, dan motor otomatis butuh bukaan gas lebih besar buat capai kecepatan yang sama.
Apakah motor matic 125cc kayak Yamaha NMAX lebih boros di macet dibanding matic 110cc? Jawabannya relatif, karena NMAX punya bobot lebih berat tapi torsi lebih besar di rpm rendah, jadi kalau teknik gasnya benar, selisih konsumsinya gak terlalu jauh, sekitar 2-3 km/liter saja.
Apakah sering ganti-ganti jalur di kemacetan bikin boros? Iya, karena tiap pindah jalur biasanya diikuti percepatan mendadak. Lebih hemat kalau kamu pilih satu jalur yang konsisten bergerak walau lebih pelan.
Setelah Pak Dedi mempraktikkan teknik grip and release dan rutin cek tekanan ban, konsumsi bensin BeAT-nya balik ke 42 km/liter dalam dua minggu. Perubahan kecil di kebiasaan tangan kanan ternyata dampaknya lumayan besar buat dompet harian.
Cari motor baru dengan cicilan ringan atau mau booking service?
Lihat Katalog Motor Baru