Nambo Motor NAMBO MOTOR WA
Beranda › Blog › Tips & Trik
Tips & Trik

Jangan Buka Gas Asal Tarik Kalau Mau Motor Matic Kamu Irit

Ditulis oleh Nambo Motor · 14 September 2026 · 3 menit baca

Budi, seorang karyawan yang tiap hari menempuh rute Depok-Jakarta sejauh 25 kilometer dengan Honda Vario 125, sempat heran kenapa motornya yang katanya irit malah menghabiskan bensin lebih dari 2 liter dalam sekali jalan. Setelah ditelusuri, masalahnya bukan di motor, tapi di kebiasaan tarikan gas yang selalu spontan tiap kali lampu merah berubah hijau. Ini kesalahan yang sangat umum terjadi pada pengendara matic harian di tengah kemacetan kota besar.

Buat kamu yang setiap hari bergelut dengan macet, stop-and-go, dan rute padat seperti Margonda atau Fatmawati di jam pulang kantor, cara berkendara jauh lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM dibanding sekadar servis rutin. Berikut beberapa kesalahan yang sering bikin motor matic boros, plus cara memperbaikinya.

1. Tarikan gas mendadak setiap kali stop-and-go

Saat macet, motor sering berhenti dan jalan berkali-kali dalam satu menit. Kalau tiap kali jalan kamu tarik gas dalam-dalam, konsumsi bensin bisa naik 15-20 persen dibanding tarikan halus dan bertahap. Yamaha Mio yang biasanya bisa tembus 45 km per liter di jalan lengang, turun jadi 30-an km per liter kalau gayanya agresif di kemacetan.

2. Menahan rem sambil gas tetap ditarik

Kebiasaan ini sering tidak disadari, terutama saat merayap di kemacetan. Motor jadi bekerja dua kali lipat karena mesin memutar tapi laju tertahan rem. Efeknya bukan cuma boros bensin, kampas rem juga cepat habis.

3. Idle terlalu lama di lampu merah dengan gas sedikit ditahan

Banyak pengendara punya kebiasaan menahan sedikit gas saat berhenti supaya motor tidak mati, padahal ini sama sekali tidak perlu untuk motor injeksi modern. Cukup lepas gas penuh saat berhenti lebih dari 10 detik.

Berapa sebenarnya potensi penghematan dari gaya berkendara yang lebih halus?

Berdasarkan pengalaman beberapa pengendara ojol yang menempuh 80-100 km per hari, perubahan gaya berkendara dari agresif ke halus bisa menghemat 3-5 ribu rupiah per hari, atau sekitar 90-150 ribu rupiah per bulan. Angka ini didapat murni dari perubahan kebiasaan, tanpa ganti komponen atau upgrade apa pun.

Bagaimana dengan penggunaan rem depan-belakang saat macet?

Gunakan rem belakang lebih dominan saat kecepatan rendah di bawah 20 km/jam, dan simpan rem depan untuk pengereman yang butuh daya cengkeram lebih kuat. Kombinasi ini bikin laju motor lebih terkontrol tanpa perlu menarik gas berlebihan setelah berhenti.

4. Jarak aman yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan

Saat macet parah, jarak yang terlalu mepet bikin kamu harus rem-gas berulang kali dalam hitungan detik. Beri jarak sekitar 1-1,5 meter meski di kecepatan rendah, supaya kamu bisa merayap dengan gas konstan tanpa harus berhenti total berkali-kali.

5. Beban di jok belakang yang bikin tarikan lebih berat

Kalau kamu sering bawa box motor penuh muatan atau berboncengan, tarikan gas otomatis harus lebih dalam untuk mencapai kecepatan yang sama. Kurangi beban yang tidak perlu, terutama untuk motor matic 110-125cc yang tenaganya memang pas-pasan untuk beban ekstra.

Kalau kamu rutin menempuh jarak jauh setiap hari seperti Budi, coba catat konsumsi BBM selama seminggu dengan gaya berkendara lama, lalu bandingkan seminggu berikutnya setelah menerapkan gaya yang lebih halus. Selisihnya biasanya langsung terasa di dompet, bukan cuma di angka indikator bensin.

Cari motor baru dengan cicilan ringan atau mau booking service?

Lihat Katalog Motor Baru