Rina, karyawan swasta di Cibubur, tiap pagi harus menempuh 14 km ke kantornya di kawasan Kuningan lewat Jalan TB Simatupang yang macetnya minta ampun jam 7 pagi. Dia sempat bingung mau beli Honda BeAT atau Yamaha NMAX, sampai akhirnya sadar bahwa jarak dan kondisi jalan yang dia lewati tiap hari itulah yang seharusnya jadi patokan utama, bukan sekadar model motor yang lagi tren di Instagram.
Banyak orang salah kaprah waktu beli motor pertama. Mereka lihat teman kantor pakai motor sport lalu ikut-ikutan beli, padahal rute hariannya cuma 5 km dari rumah ke pasar. Atau sebaliknya, beli motor bebek murah padahal tiap hari harus nembus tol dalam kota sejauh 25 km. Supaya nggak salah pilih, coba jawab dulu tiga pertanyaan ini sebelum ke dealer.
Ini pertanyaan paling dasar tapi sering dilewatkan. Kalau jarak rumah ke tempat kerja atau kampus di bawah 10 km seperti kasus banyak warga di area Bekasi Timur ke Bekasi Barat, motor matic 110-125cc seperti Honda BeAT atau Honda Scoopy sudah lebih dari cukup. Konsumsi bahan bakarnya bisa tembus 50-55 km per liter kalau dipakai santai, jadi biaya bensin per bulan nggak akan lebih dari Rp150 ribu meski dipakai bolak-balik 20 hari kerja.
Beda cerita kalau jaraknya di atas 15 km dan harus lewat jalan dengan kecepatan rata-rata tinggi seperti tol atau jalan lingkar luar. Motor bermesin 150cc ke atas, semisal Yamaha NMAX atau Honda Vario 160, akan terasa jauh lebih nyaman karena tenaga di putaran atas lebih responsif buat menyalip dan menjaga kecepatan konstan di 60-80 km per jam.
Kalau rute harian kamu didominasi jalan berlubang, gang sempit, atau tanjakan seperti di daerah Cimahi dan sekitar Bandung utara, pertimbangkan motor dengan ground clearance lebih tinggi dan suspensi yang lebih empuk. Motor bebek atau matic dengan ban ukuran lebih besar biasanya lebih stabil di jalan rusak dibanding matic sport rendah yang lebih cocok untuk aspal mulus perkotaan.
Sebaliknya, kalau tiap hari cuma muter di komplek perumahan dan jalan raya yang relatif rata seperti di kawasan BSD atau Alam Sutera, motor dengan desain rendah dan bagasi luas justru lebih menguntungkan buat bawa barang belanjaan atau tas kerja.
Ini sering dilupakan padahal krusial. Kalau kamu sering boncengan sama pasangan atau anak buat antar jemput sekolah, motor dengan mesin 125cc ke bawah akan terasa berat dan lambat waktu menanjak berdua. Pilih minimal 150cc kalau memang rutin bawa penumpang, apalagi kalau rutenya berbukit seperti di area Bogor Puncak.
Kalau kamu sering bawa dagangan atau alat kerja seperti tukang service AC yang bawa toolbox besar, cari motor dengan bagasi jok lega dan rak tambahan di depan, bukan motor dengan desain sporty yang minim ruang penyimpanan.
1. Jarak di bawah 10 km dengan jalan datar: matic 110-125cc sudah pas dan hemat.
2. Jarak 15 km lebih dengan jalan tol atau kecepatan tinggi: pilih mesin 150cc ke atas.
3. Jalan rusak atau tanjakan: utamakan ground clearance dan suspensi nyaman.
4. Sering boncengan atau bawa beban berat: hindari motor bertenaga kecil.
Setelah menjawab tiga pertanyaan di atas, Rina akhirnya memilih Honda Vario 160 karena rutenya jauh dan sering lewat tol dalam kota. Motor itu bukan yang paling mahal atau paling keren, tapi paling pas dengan kebutuhan hariannya. Kalau kamu juga sedang bingung menentukan pilihan, coba datang ke Nambo Motor buat konsultasi langsung dan cek unit yang sesuai rute harianmu sebelum memutuskan beli.
Cari motor baru dengan cicilan ringan atau mau booking service?
Lihat Katalog Motor Baru